Pentingnya Emosi Positif di Pagi Hari

Pagi adalah awal hari. Emosi pagi hari, akan mewarnai emosi selama sehari. Karena itu, penting membentuk emosi positif, agar kita merasa positif selama seharian.

morning_spirit
Emosi positif pagi hari membentuk emosi positif selama sehari (foto: trekearth.com)

Selamat pagi! Kiranya ini adalah ucapan yang pas untuk pembuka hari. Memang standar sih, tapi bisa juga lho kita ucapkan dengan perasaan yang bergelora dan dengan ekspresi yang meletup-letup. Pokoknya semangat aja dah.

Boleh jadi, cara mengucapkan selamat pagi dengan semangat yang tinggi, adalah cara agar kita mendapatkan pengaruh emosi positif dari ucapan tersebut, yang akan terbawa selama seharian. Memang, emosi di pagi hari, akan mewarnai emosi kita selama sehari. Nggak percaya?

Ada seorang teman, yang setiap pagi berangkat bekerja. Waktu yang sempit antara kesibukan rumah dan start mulai menggeber kendaraannya, membuat ia merasa sesak di dada. Apalagi jika kedua anaknya yang masih kecil-kecil melakukan ulah dan maneuver yang bikin gatal di hati. Itu katanya sih.

Setiap bangun pagi, teman saya tersebut memandangi langit-langit. Belum sempat bergerak, suara anaknya sudah menyusup ke telinga. Malah, ia terbangun lebih banyak karena suara berisik anaknya. Itu katanya sih.

Sementara itu, sang ibu juga harus berangkat pada pagi buta, melakukan pekerjaan yang jauh di luar daerahnya. Mau tidak mau, dialah yang mengerjakan semua kesibukan sampai mengantarkan anaknya ke sekolah dan penitipan tempat ia diasuh seharian. Ini benar-benar kesibukan harian yang bikin mual. Itu katanya sih.

Karena pengalaman yang selalu sama setiap hari tersebut, tak terasa pikirannya selalu merasa ruwet ketika pagi. Perasaannya menjadi galau kalau suara ayam mulai berkokok. Dan kemudian kata-kata yang tak disadari sering meluncur dari mulutnya, “Pagi yang bikin stress”, “Pagi yang sial”, dan sejenisnya. Itu katanya sih.

Bagaimana dengan kata saya? Pagi sama saja dengan siang, sore dan malam hari. Memang, tiap orang punya pengalaman sendiri yang dilekatkan pada tempat dan waktu. Karena itulah, temanku melekatkan lebel negatif pada pagi hari. Padahal, pagi adalah tempat kita meletakkan pondasi emosi yang akan mewarnai perasaan selama seharian. Jika kita merasa galau, apalagi bilang “Apes dah!”, maka seharian akan galau dan merasa apes. Kok bisa?

Ketika kita merasa kesal, apalagi ketika baru bangun, maka diri kita masih belum sepenuhnya terjaga. Otak kita baru saja pulang dari perantauan pada gelombang delta, perlahan menuju theta dan melalui gelombang alpha, sebelum sampai ke kondisi beta. Pada saat melintasi gelombang-gelombang yang membawa kita pada kondisi terjaga, informasi bisa saja masuk ke dalam benak kita. Saat kita berada pada gelombang theta atau alpha, maka informasi akan secara utuh terekam sebagai suatu paket, bersama hasil pemikiran dan perasaan. Informasi bersama pikiran dan perasaan atas informasi tersebut, adalah satu paket konsep. Jika kita bilang, “Apes aku!”, maka informasi tersebut masuk sebagai paket lengkap konsep tentang hari itu. Dia akan apes sepajang hari. Masak sih?

gelombang_otak1
Gelombang otak dan emosi positif di pagi hari (foto: neurotherapy.asia)

Ketika kita sudah melabeli dengan paket konsep yang lengkap, bahwa hari itu diawali dengan apes atau kegalauan, maka selanjutnya otak akan terprogram untuk mencari dan melabeli berbagai keapesan atau kegalauan dalam sehari. Ini menjadi modal atensi. Karena itu, ketika mendapatkan kesenangan atau sesuatu yang positif, maka kita akan lebih mudah mengabaikannya. Sementara itu, ketika mendapatkan sedikit saja kesulitan, maka kita mudah melabelinya sebagai bagian dari keapesan hari itu. Sebaliknya, jika kita ketika bangun berkata, “Wah, segar sekali hari ini!”, “Asik, tak sabar ketemu dengan teman-teman!” dan sejenisnya, maka kita juga akan mendapatkan kegembiraan dan keasikan di hari itu.

Jika pola ini terjadi terus menerus, maka kita akan menjadikannya sebagai bagian dari default system. Default system adalah sistem dasar yang akan menjadi pondasi untuk pertimbangan berpikir dan merasakan. Jika kita terprogram untuk merasa apes, apalagi diperkuat dengan perkataan, maka kita akan menjadi apes. Sebaliknya, jika kita merasa positif, senang, dan mengawali dengan kata-kata yang keren, maka seharian juga akan menjadi keren. Itulah yang disebut, kata menciptakan dunia.

Demikian pembahasan tentang pentingnya emosi positif di pagi hari. Semoga bermanfaat.

Jika ingin melakukan diskusi, silahkan follow saya di @rudicahyo dan @PPP_PsiUnair.